Apakah media sosial ada sisi positifnya? Media sosial apa yang paling banyak sisi negatifnya?



Pernahkah Anda menggunakan media sosial? Media sosial apa yang paling sering Anda gunakan? Facebook, Twitter, Instagram atau yang lainnya? Untuk kalian yang sering menggunakan media sosial selain dari YouTube, sebaiknya dihentikan, apalagi jika media sosial yang sering Anda gunakan adalah Instagram. Media sosial Instagram memiliki dampak negatif yang besar untuk kesehatan mental.

Saya mengatakan bahwa menggunakan Instagram dan menggunakan media sosial akan memiliki dampak negatif terhadap kesehatan mental bukan tanpa dasar. Tapi saya membaca sebuah artikel dari internet yang mengatakan bahwa ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Royal Society for Public Health (RSPH) yang berkedudukan di London, Inggris. Mereka meneliti media sosial apa yang paling negatif dan buruk untuk kesehatan mental masyarakat. Bukan hanya meneliti tentang platform apa yang paling buruk untuk masyarakat, mereka juga meneliti platform apa yang paling baik untuk masyarakat. 

Mereka meneliti 5 platform media sosial, yaitu Snapchat, Twitter, YouTube, Facebook dan Instagram. Penelitian itu melibatkan 1.479 orang anak muda (14-25 tahun) dari seluruh Inggris raya. Mereka melakukan survei ini dari bulan Februari-Mei 2017. Mereka menemukan bahwa YouTube adalah media sosial yang memiliki manfaat yang positif untuk masyarakat. Dari kelima media sosial yang diajukan kepada anak muda tersebut, hanya YouTube yang dianggap positif, sedangkan platform media sosial yang lain dianggap negatif oleh masyarakat. Sedangkan yang memiliki nilai terendah dari kelimanya adalah Instagram.

Instagram merupakan platform media sosial yang paling buruk untuk kesehatan mental menurut survei dikarenakan banyaknya orang yang memamerkan liburan​nya di Instagram. Hal ini membuat orang lain yang melihat liburan orang lain di Instagram menjadi iri. Sehingga akan menggangu kesehatan mental. Selain dari pada itu banyak orang yang niatnya berubah, yang seharusnya liburan berfungsi untuk menghilangkan penat atau stress justru niatnya hanya untuk memamerkannya saja di Instagram. 

Ada beberapa orang yang tidak bisa atau tidak pernah traveling atau jalan-jalan. Hal ini menyebabkan orang yang tidak pernah traveling itu menjadi minder, ketinggalan zaman, dan tidak gaul (kuper). Hal ini adalah hal negatif yang bisa menimbulkan sifat iri yang dilarang oleh agama. Sifat iri ini lah yang dapat melahirkan hal-hal negatif lainnya. Contoh yang paling nyata adalah banyak orang yang berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya (jalan-jalan atau traveling) dengan menghalalkan segala cara (salah satunya dengan cara menipu). Sedangkan menipu adalah salah satu tindakan kriminal yang menyebabkan pelakunya bisa dipenjara.


Dari​ hasil penelitian itu (survei itu) juga didapatkan hasil bahwa Instagram akan membuat kurangnya waktu tidur, keasikan membuka timeline, dan menggosipkan artis. Penelitian tersebut juga mengatakan bahwa Instagram akan membuat seseorang menjadi kurang percaya diri dengan penampilan tubuhnya. Mereka membandingkan penampilan tubuh mereka sendiri dengan publik figur yang bisa dipastikan lebih cantik dari​ pada dirinya​, hal itu wajar karena para publik figur menggunakan perawatan yang tidak murah juga.

Sekarang saya akan membicarakan tentang media sosial YouTube. Menurut sumber yang lain mengatakan bahwa YouTube memiliki manfaat lain bukan hanya berkaitan dengan mental saja, tetapi bisa sebagai sarana untuk beriklan secara gratis (lewat video). Selain itu manfaat dari menggunakan YouTube adalah kita bisa shareing ilmu pengetahuan. Banyak juga hiburan berkualitas berada di YouTube, sehingga jika kita stress dan bosan dengan pekerjaan atau rutinitas kita, kita bisa mengurangi stress dengan menonton video hiburan yang ada di YouTube.

Di YouTube, kita bisa dengan mudah menemukan video-video lawas atau video masa lalu. Jadi kita bisa mengenang video masa kecil yang dulu sering kita tonton. Saya tidak menyangka bahwa saya bisa menonton video sinetron laga waktu saya masih umur 5 tahun dulu. Bukan hanya video saja yang ada di YouTube, tetapi musik-musik jaman dulu dengan mudahnya dapat kita peroleh dengan gratis tentunya.

Kita juga bisa meningkatkan keimanan agama yang kita anut dengan menonton video-video​ keagamaan di YouTube. Materi-materi​ ceramah yang ada di YouTube, menurut penulis cukup berkualitas.

Bukan hanya​ ilmu agama saja yang​ bisa kita tingkatkan dengan menonton video YouTube, tapi ilmu di bidang lain bisa kita tingkatkan. Contohnya saja kita ingin mempelajari bahasa Inggris. Banyak video pembelajaran bahasa Inggris di YouTube, kita bisa mendapatkannya secara gratis. Contoh yang lain, kita menginginkan untuk bisa menguasai bahasa pemrograman, kita tinggal mencari video tutorial saja di YouTube. Kita bisa mendapatkan video tutorial itu secara gratis tanpa dipungut biaya.

YouTube juga bisa menjadi sarana untuk mendapatkan penghasilan, penghasilan bisa didapatkan dari iklan-iklan adsense yang dipasang di video YouTube. Orang yang memasukkan video kedalam YouTube secara rutin disebut juga sebagai youtuber. Untuk zaman dulu mendapatkan penghasilan sebagai Youtuber sangat mudah, berbeda dengan sekarang yang lebih sulit (bahkan sulit) karena kebijakan dari YouTube yang mengharuskan seorang Youtuber memiliki 4000 jam tonton dan 1000 penonton. Jika youtuber tersebut tidak bisa memenuhi kebijakan baru YouTube itu maka seorang Youtuber itu tidak bisa memasang​ iklan adsense. Hal ini adalah hal yang menyusahkan (berat dan sulit) bagi seorang Youtuber pemula, sedangkan untuk seorang youtuber yang sudah lama berkecimpung di dunia per YouTube an, kebijakan baru itu bisa diperoleh dengan mudah. Meskipun untuk menjadi seorang Youtuber dizaman sekarang lebih sulit, tapi banyak juga orang yang tetap semangat untuk menjadi Youtuber.

Penghasilan dari adsense YouTube (jika sudah banyak yang nonton dan banyak subscriber nya) bisa dibilang besar. Ada yang mengatakan bahwa penghasilan menjadi seorang Youtuber bisa mencapai puluhan juta. Tapi untuk seorang Youtuber pemula, tentu saja pendapatan yang didapat menjadi seorang Youtuber sangat kecil (bahkan tidak ada).

Karena penghasilan dari iklan adsense YouTube cukup besar, banyak orang yang membuat video YouTube dengan serius, bahkan ada Youtuber yang memiliki para pekerja yang lebih dari 2 orang (5 orang lebih) dan juga mempunyai kamera profesional lebih dari dua untuk membuat satu video. Dengan keseriusan seperti itu, kita semakin bisa melihat konten-konten di YouTube yang berkualitas dan menarik. 

Bahkan sekarang penulis sudah jarang menonton televisi, penulis lebih sering menonton video YouTube yang menurut penulis lebih seru dibandingkan dengan menonton televisi. Untuk para pembaca yang membaca tulisan ini, apakah sependapat dengan saya? Tapi tentunya menggunakan media sosial secara berlebihan tentunya akan menimbulkan efek negatif. Oleh karena itu gunakanlah media sosial dengan sewajarnya saja, jangan sampai kita ketagihan menggunakan media sosial yang akan membuat kita menjadi orang lalai dan melupakan kewajiban dalam mencari nafkah maupun untuk hal yang lainnya. Tapi jika untuk menghilangkan stress atau penat maka hal itu silahkan saja dilakukan.
Scroll To Top