Kontroversi teknologi brainwave (gelombang otak)


Seiring berjalannya teknologi, maka muncul pula lah teknologi aktivasi gelombang otak atau yang disebut dengan brainwave. Dengan menggunakan brainwave kita bisa memanipulasi mindset kita sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tapi sebenarnya apa brainwave itu? Bagaimana cara menggunakannya? Apakah brainwave itu berbahaya? Berikut ini penulis akan membahasnya.

Brainwave berasal dari bahasa Inggris yang jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia berarti gelombang otak. Cara menggunakan brainwave ini adalah dengan mendengarkan musik instrumen saja (durasi bervariasi ada yang 20 menit – 1 jam). Musik dari brainwave dapat mengubah struktur dan mindset dari otak kita (otak bawah sadar). Jadi dengan kata lain, ketika kita mendengarkan brainwave secara rutin, pikiran bawah sadar akan tersugesti sehingga pikiran kita akan sesuai dengan keinginan kita.

Brainwave diklaim dapat digunakan untuk berbagai macam tujuan yaitu menarik lawan jenis, menambah kepercayaan diri, menyembuhkan penyakit, memperlancar rezeki, menambah IQ dan lain-lain.

Rata-rata orang yang mengetahui musik brainwave tidak mengetahui bahwa terdapat 3 jenis brainwave, rata-rata orang hanya mengetahui satu jenis brainwave saja. Berikut ini 3 jenis dari musik brainwave: Isocronic Tone, Binaural Beat, Monaural Beat. Dari ketiga suara brainwave ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut penjabarannya:

1. Isocronic Tone


Ini adalah jenis brainwave yang paling baru. Brainwave ini diciptakan tanggal 1981 oleh Arturo Manns. Beliau mempublikasikan tentang efektifitas dari Isochronic Tones, lalu kemudian teknologi ini dikembangkan lagi oleh David Siever.

Berikut ini adalah kelebihan dari Isochronic Tones:

- Jenis teknologi Isochronic Tones memiliki efektifitas yang paling bagus untuk menstimulasi otak dibandingkan dengan teknologi brainwave yang lainnya.
- Bisa digunakan untuk menstimulasi bagian otak kanan dan otak kiri secara bersamaan.
- Bisa didengarkan menggunakan headphone ataupun tanpa menggunakan headphone.

Berikut ini kekurangan dari Isochronic Tones:

- Tidak bisa untuk menghasilkan frekuensi gelombang dibawah 4 Hz.
- Pilihan produknya sedikit karena teknologi ini adalah teknologi yang baru.
- Bisa ditambahkan background musik, tapi kualitasnya berkurang.
  
2.       Binaural Beat

Binaural Beat adalah teknologi brainwave (gelombang otak) yang paling tua, brainwave ini ditemukan oleh seorang peneliti dari jerman bernama Heinrich Wilhelm Dove pada tahun 1839. Brainwave yang ditemukan oleh Heinrich ini tidak populer di zamannya dikarenakan teknologi yang dia temukan ini sulit dia buktikan secara ilmiah, hal itu terjadi karena alat pengukur gelombang otak belum ditemukan. Alat pengukur gelombang otak baru ditemukan sekitar 140 tahun kemudian, sehingga membuat kepopuleran binaural beat ini meningkat. Teknologi binaural beat ini dikembangkan oleh ahli fisika Thomas Campbell, Dennis Menerich dan Robert Monroe. Mereka mengklaim bahwa binaural beat dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, relaksasi, meditasi, dan menyembuhkan penyakit psikologis.

Binaural Beat mempunyai prinsip untuk memberikan stimulasi telinga kanan dan telinga kiri dengan frekuensi gelombang yang berbeda sehingga menimbulkan frekuensi gelombang baru. Contohnya telinga sebelah kiri diperdengarkan frekwensi gelombang 500 Hz dan telinga sebelah kanan diperdengarkan frekuensi gelombang 510 Hz, maka otak akan mengeluarkan frekuensi baru 10 Hz.



Berikut ini adalah kelebihan dari brainwave binaural beat:
- Banyak diminati oleh masyarakat luas karena didukung oleh riset ilmiah.
- Pilihan audio binaural beat lebih banyak karena sudah ada sejak lama.
- Bisa ditambahkan musik pengiring tanpa mengurangi kualitas dan manfaat audio.
- Dapat menjangkau frekuensi rendah dan frekuensi tinggi.
- Dapat mensinkronisasi atau menyelaraskan otak kanan dan kiri dan seluruh otak.

Berikut ini kekurangan dari benaural beat:
- Harus menggunakan headphone stereo.
- Tidak bisa menstimulasi satu otak saja.
- Waktu yang diperlukan untuk menghasilkan gelombang otak sesuai yang diinginkan lebih lama.
- Untuk mendapatkan kwalitas suara dan audio yang tinggi, diperlukan kwalitas rekaman yang tinggi juga. 

3.       Monaural Beat


Pada tahun 1973 ada seorang ilmuwan dari kebangsaan Amerika Serikat bernama Dr. Gerald Oster. Ilmuwan tersebut memperkenalkan Monaural Beat, Monaural Beat adalah teknologi brainwave yang dapat digunakan tanpa menggunakan headphone. Jadi untuk orang yang tidak suka menggunakan headphone atau tidak nyaman menggunakan headphone maka brainwave tipe ini cocok untuk orang itu. Dengan menggunakan speaker, telinga kanan dan telinga kiri akan mendapatkan frekuensi yang sama, teknologi ini tidak memerlukan bantuan otak untuk menghasillkan frekuensi baru. Jadi hanya mengandalkan frekuensi yang timbul dari speaker sebelah kanan dan sebelah kiri. Mesipun begitu, untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari teknologi ini, dibutuhkan keheningan (tidak ada suara yang masuk selain suara dari speaker), oleh karenanya penggunaan headphone bisa bermanfaat untuk menghilangkan suara lain yang masuk kedalam telinga. Monaural Beat bekerja di suara mono, berbeda dengan Binaural Beat yang bekerja di suara stereo.

Berikut ini adalah kelebihan dari Monaural Beat:

- Tidak perlu menggunakan headset / headphone stereo. Monaural Beat bekerja pada speaker / headphone mono. Sehingga untuk sebagian orang lebih praktis atau lebih nyaman.
- Lebih cepat merangsang otak dibandingkan binaural beat.

Berikut adalah kekurangan dari Monaural Beat:

- Tidak bisa ditambahkan background musik sehingga kurang menarik.
- Tidak bisa menghasilkan frekuensi gelombang di bawah 4 Hz.
- Kurang diminati masyarakat, sehingga pilihan produk sedikit.

Karena untuk mencapai suatu keinginan hanya dengan mendengarkan musik brainwave saja, maka hal ini membuat banyak orang menjadi skeptis dengan musik brainwave ini. Apakah benar brainwave bisa melakukan hal-hal demikian? Apakah brainwave berbahaya? Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari orang-orang . Meskipun ada banyak orang yang skeptis dengan hal ini, tapi banyak juga orang-orang yang mempercayai hal ini. Dengan kata lain, hal ini menjadi kontroversi. Ada beberapa artikel yang mengatakan bahwa brainwave ini adalah hal yang sesat. Mereka berdalih bahwa brainwave itu sesat karena brainwave membuat seseorang sukses tanpa menggunakan usaha. Sedangkan untuk mencapai kesuksesan tertentu diperlukan usaha (untuk mendapatkan pacar, untuk sukses dibidang pekerjaan dan lain-lain).

Tentu saja jika hanya mengandalkan brainwave saja tanpa mengandalkan usaha kemungkinan besar hasilnya nol. Tapi jika dibarengi dengan usaha sambil mendengarkan bantuan brainwave maka hasilnya diharapkan bisa lebih maksimal. Ada juga beberapa orang yang mengatakan bahwa didalam brainwave terdapat pesan tersembunyi, yang mungkin saja bisa berbahaya (subliminal massage). Ya, memang ada beberapa brainwave yang memasukkan pesan tersembunyi ke dalam brainwave. Tapi pesan-pesan yang dimasukkan kedalam alam bawah sadar penggunanya adalah pesan-pesan yang positif. Tapi untuk berjaga-jaga, lebih baik menggunakan brainwave buata perusahaan-perusahaan yang sudah memiliki nama.

Brainwave memang menjadi kontroversi, ada yang mengatakan teknologi mutakhir, tapi ada juga yang mengatakan bahwa ini sesat. Kembali ke pada pribadi masing-masing. Jika brainwave meragukan menurut anda, lebih baik ditinggalkan. Tapi jika anda sudah yakin bahwa ini adalah ilmiah, maka silahkan untuk menggunakan teknologi ini.
Scroll To Top