Penyebab-penyebab bangkrutnya Nokia


Siapa di sini yang dulu handphonenya menggunakan Nokia? Hampir semua masyarakat di Indonesia menggunakan handphone tersebut, bisa dikatakan bahwa handphone tersebut adalah handphone sejuta umat namun sekarang handphone Nokia sudah mengalami kebangkrutan. Walaupun sebenarnya 14 tahun eksis dalam dunia handphone, tapi tidak menyebabkan akan selamanya eksis atau selamanya ada. Berikut ini beberapa alasan yang menyebabkan Nokia mengalami kebangkrutan.

Berikut ini adalah rangkuman masalah-masalah yang dihadapi oleh perusahaan Nokia:



1. Pada tahun 2011 perusahaan Nokia Mengalami penurunan penjualan. Sebelumnya Nokia mampu menjual sekitar 108 juta unit handphone. Pada tahun 2011 Nokia hanya bisa menjual barang 71 juta unit handphone saja. Pada tahun 2012 Nokia mengalami kebangkrutan sekitar 11 triliun Rupiah. Hal ini dikarenakan banyak saingan berupa handphone-handphone lain yang memiliki sistem operasi dan fitur yang lebih bagus daripada yang dimiliki oleh Nokia. Handphone merk Samsung, Blackberry, maupun iPhone lebih bagus menurut masyarakat dibandingkan Nokia. Samsung, Blackberry dan iPhone memiliki sistem operasi yang lebih canggih pada saat itu. Sedangkan handphone Nokia tetap bertahan pada Symbian. 


2. Saham Nokia jatuh sekitar 90% serta menghapus prestasi Nokia yang kompetitif dengan memberikannya nilai 0. Hal ini tentu saja membuat Nokia lebih mengalami kesulitan di bidang finansial.


3. Produk yang dikeluarkan oleh perusahaan Nokia bernama Nokia Lumia 900 gagal di pasaran. Kenapa handphone Nokia Lumia 900 gagal di pasaran? Hal itu disebabkan karena Nokia Lumia 900 memiliki masalah di koneksi data. Nokia Lumia 900 juga mengalami kegagalan karena terlalu lama di rilis (Februari 2012) Nokia Lumia 900 kalah dengan pesaingnya iPhone 4S yang lebih dulu hadir di tahun 2011. Di tahun berikutnya Nokia Lumia 920 tetap kalah bersaing dengan handphone lainnya yang sudah memasuki teknologi Quad Core.


4. Ini adalah puncaknya dari kegagalan Nokia. Seluruh perusahaan Nokia di seluruh dunia ditutup. Termasuk perusahaan yang ada di Finlandia. Tempat riset dan pengembangan juga ditutup. Walaupun ada beberapa perusahaan yang dapat bertahan, perusahaan Nokia tersebut tidak memproduksi handphone lagi.

Berikut ini adalah alasan mengapa Windows Phone mengalami kebangkrutan:

1. Tidak melakukan inovasi


Selama kurang lebih 14 tahun handphone Nokia merasa sudah puas dan tidak akan bersaing dengan handphone-handphone merek lain. Pada tahun 2007, perusahaan Apple membuat suatu terobosan baru yaitu menjadikan handphone pertama yang menggunakan touch screen. Sedangkan handphone Nokia masih menggunakan keypad handphone (E-series). Di tahun yang sama Samsung sedang melakukan eksperimen tentang smartphone yang disebut off-the-shelf. 

Handphone Samsung setiap tahunnya mengeluarkan handphone versi terbaru di mana handphone handphone tersebut memiliki modifikasi yang lebih baik dibandingkan dengan handphone-handphone tahun sebelumnya. Meskipun Sebenarnya handphone Nokia sudah memiliki smartphone tahun 2002 yang bernama Symbian 60, Tapi tetap saja handphone tersebut tidak bisa menyaingi produk dari iPhone dan Samsung. Nokia tidak melakukan perkembangan ataupun melakukan inovasi-inovasi baru pada handphonenya. Nokia baru mengembangkan handphonenya dengan mengeluarkan Nokia Lumia di tahun 2011 dengan menggunakan sistem operasi Windows Phone, tapi handphone ini memiliki desain yang kurang begitu bagus dan diminati oleh masyarakat. Berbeda dengan desain yang dimiliki oleh Samsung dan iPhone, desain Samsung dan iPhone lebih baik dibandingkan dengan Nokia Lumia pada saat itu. 

Selain itu Nokia Lumia tidak memiliki teknologi penunjang yang membuat masyarakat memilih handphone tersebut. Bandingkan dengan handphone Samsung yang melakukan penambahan atau peningkatan teknologinya. Hal ini berpengaruh terhadap penjualan handphone Nokia. Nokia Lumia tidak memiliki kamera depan dan 3G pada saat itu, sedangkan handphone Samsung (handphone berbasis sistem operasi Android) sudah memilikinya.

2. Berubahnya kemitraan

Perusahaan Nokia melakukan kesalahan Karena tidak melakukan perkembangan atau inovasi untuk handphonenya, handphone Nokia baru bekerja sama atau menjalin kemitraan dengan Windows Phone ketika Samsung dan iPhone sudah sangat populer di masyarakat. Hal ini mungkin ceritanya akan berbeda jika dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Perusahaan Nokia berinisiatif untuk menggunakan Windows Phone untuk membedakan atau supaya berbeda dari smartphone Samsung yang menggunakan sistem operasi Android. Tapi ternyata pada tahun 2012 handphone Nokia yang menggunakan sistem operasi Windows Phone itu hampir mengalami kebangkrutan dikarenakan penjualannya yang sedikit.

Sistem operasi Android dan iOS pada zaman Windows Phone sudah sangat mendominasi atau sangat populer. Sudah ribuan aplikasi yang sudah tersedia di Google Play Store dan di App Store. Bahkan aplikasi-aplikasi yang ada di Google Play Store bisa dibilang menarik dan banyak dari aplikasi tersebut yang gratis. Aplikasi yang berada di Google Play Store sudah sangat familiar (karena sudah lama digunakan) untuk masyarakat di Indonesia. Hal ini yang menyebabkan Windows Phone sulit menyaingi sistem operasi Android dan iOS. Tetapi Meskipun demikian Wayne Lam, analis senior IHS, Tetap optimis di kemudian hari Windows Phone akan populer di berbagai negara. 

Kebangkrutan dari Nokia berimbas kepada negara Finlandia. Seperti yang kita ketahui bahwa Nokia berasal dari negara Finlandia. Di masa kejayaan dulu Nokia menyumbang kepada negara Finlandia sekitar 40% dari semua ponsel dari seluruh dunia. Dari tahun 1998 sampai 2007 Nokia menyumbang seperempat ekonomi Finlandia. Ketika Nokia mengalami kebangkrutan maka secara otomatis akan berpengaruh terhadap perekonomian di Finlandia. Meskipun handphone Nokia sekarang sudah mengalami kebangkrutan tapi Nokia masih merupakan perusahaan besar yang fokus pada bidang infrastruktur. Walaupun seperti itu bangkrutnya perusahaan handphone Nokia tetap berpengaruh pada perekonomian di Negara sana.

Setelah beberapa lama Microsoft mengakuisisi Nokia, Microsoft mengambil langkah kontroversional pada tahun 2016 yaitu merumahkan 18 ribu karyawannya. Hal ini menyebabkan menteri di Finlandia Antti Rinne mengatakan bahwa Beliau mengalami kekecewaan dengan Microsoft.

Dari kegagalan yang dialami oleh Nokia, kita bisa mengambil beberapa pelajaran di antaranya adalah kita harus berubah agar kita bisa mengikuti kompetisi. Hal ini penting dikarenakan teknologi yang semakin lama semakin berkembang, jika tidak berubah atau tidak berkembang maka kita akan digilas oleh teknologi yang semakin lama semakin maju.

Yang kedua adalah harus menyadari bahwa apa yang kita miliki saat ini belum tentu akan bisa kita miliki di masa yang akan datang. Jadi jangan merasa bangga atau pun merasa puas dengan apa yang sudah kita raih hari ini atau saat ini. Dunia bisa terus berkembang, kejayaan yang diraih Nokia saat ini sudah hilang digantikan oleh handphone Samsung dan iPhone. Perusahaan yang sudah mapan di saat sekarang jika tidak melakukan inovasi atau pengembangan suatu saat akan mengalami kebangkrutan. Sebagai contoh Samsung pada saat ini, saat ini Samsung sudah mapan dengan teknologi handphone Android nya, tapi jika handphone Samsung tidak melakukan perkembangan terus menerus atau melakukan inovasi, suatu saat mungkin saja handphone Samsung akan mengalami nasib yang sama dengan Nokia.

Scroll To Top