Gangguan psikologis yang bisa timbul dari penggunaan teknologi


Melihat perkembangan teknologi dan media sosial saat ini sangat cepat dan maju, hal ini akan memberikan beberapa manfaat untuk sebagian orang, contohnya saja untuk berkomunikasi satu sama lain dan juga untuk kemajuan finansial atau ekonomi. Dengan menggunakan teknologi dan media sosial kita akan dengan mudah dan murah berkomunikasi dengan orang lain, tidak seperti zaman dulu yang teknologinya hanya ada telephone dan SMS yang memerlukan biaya yang tidak sedikit sehingga akan lebih boros jika digunakan, menggunakan internet pasti lebih murah.Tapi penggunaan teknologi dan media sosial juga bisa memberikan sisi negatif atau dampak buruk kepada orang lain.

Selain dari gangguan kesehatan atau gangguan fisik jika kita tidak menggunakan teknologi dan media sosial dengan bijaksana, kita juga akan mengalami gangguan psikologi jika kita tidak bisa memanfaatkan teknologi dan media sosial tersebut. Hal ini bukan tanpa dasar, karena banyak orang yang sudah merasakan gangguan-gangguan buruk dari penggunaan teknologi ataupun dari media sosial. Banyak yang mengeluh bahwa orang tersebut mengalami gangguan psikologis ketika orang tersebut salah memanfaatkan teknologi tersebut untuk digunakan sehari-hari. Oleh karenanya kita harus waspada dengan kesalahan kita sendiri dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial, khususnya di saat ini yang semakin modern. Berikut ini adalah dampak negatif yang didapat dari kemajuan teknologi dan kemajuan media sosial:

1.       Anoreksia dan Bulimia Nervosa

Apa itu Anoreksia dan Bulimia Nervosa? Keduanya adalah gangguan prilaku makan. Anoreksia menginginkan bentuk tubuh yang kurus, sedangkan Bulimia menginginkan bentuk tubuh yang normal. Mengingat banyak orang yang melakukan komentar yang tidak enak di media sosial, akan menyebabkan seseorang terpengaruh secara psikologis. Bahkan ada beberapa di media sosial tersebut yang mengomentari fisiknya seseorang. Hal ini bisa menimbulkan penyakit psikologi yang disebut Anoreksia dan Bulimia. Sugesti yang diberikan orang lain akan menyebabkan seseorang tersebut terobsesi atau sangat ingin memiliki tubuh seperti yang di impikannya. Hal ini dikarenakan banyak orang yang bisa terpengaruh dengan komentar orang lain yang dituliskan di media sosial tersebut, sehingga jika ada yang berkomentar, “kenapa kamu gemuk sekali?” atau sebaliknya akan membuat orang tersebut diet ekstrem yang bukan hanya berdampak negatif untuk psikisnya, tapi juga untuk fisiknya.

2.       Anti sosial

Seseorang yang menggunakan teknologi dan media sosial bisa terkena penyakit psikologi yang biasa disebut dengan anti sosial. Dalam ilmu kejiwaan, anti sosial tersebut disebut sebagai schizoid, yang memiliki arti yang sangat luas. Namun jika dihubungkan dengan penggunaan teknologi dan media sosial, maka anti sosial yang dimaksud adalah gangguan kepribadian yang mempunyai kecendrungan untuk menarik diri dari hubungan dengan masyarakat sekitar.

Jika seseorang itu memiliki sikap anti sosial, maka sikap orang tersebut akan tambah parah jika sudah menggunakan teknologi dan media sosial. Hal ini dikarenakan orang yang sudah kecanduan teknologi atau media sosial akan lebih sering berinteraksi dengan menggunakan media sosial online seperti WhatsApp, Line, Facebook, Twitter dan yang lainnya. Sehingga seseorang tersebut tidak berinteraksi secara langsung atau interaksi dengan lingkungan sekitar secara langsung akan semakin berkurang.

3.       Nomophobia


Nomophobia bisa diartikan sebagai No Mobile Phone Phobia, dengan kata lain, seseorang itu akan merasakan kecemasan yang luar biasa jika orang tersebut tidak menggunakan smartphonenya. Penyakit ini termasuk penyakit yang baru muncul. Tepatnya ketika handphone tersebut ditemukan. Dengan kata lain, seseorang akan ketergantungan dengan smartphone nya. Fenomena nomophobia ini pertama kali diketahui pada tahun 2008. Nomophobia itu sendiri merupakan suatu penyakit psikologis yang berbahaya, dikarenakan orang yang mengalami penyakit ini akan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk gadget sehingga waktu untuk berinteraksi dengan orang lain akan berkurang atau tersita. Hal ini tentunya akan mempengaruhi produktifitas dari penderita gangguan ini.

Tetapi ternyata untuk mengobati penyakit Nomophobia ini, bisa dilakukan dengan cara mengubah pengaturan diponsel pintar dan mengubah pola pikir saja. Kita tidak perlu menghindari penggunaan smartphone sama sekali. Hal ini dikarenakan penggunaan smartphone yang mempunyai dampak negatif ternyata juga memiliki dampak positif. Jika kita menghindari penggunaan smartphone, lantas bagaimana kita bisa berkomunikasi dengan teman kita? Selain itu beberapa hari tanpa melihat smartphone tentunya agak mustahil untuk orang yang sudah terkena penyakit psikologis ini.

4.       Megalomania

Megalomania adalah penyakit psikologis dimana seseorang itu terobsesi secara berlebihan terhadap dirinya sendiri. Orang yang terkena penyakit psikologi ini akan merasa dirinya adalah orang yang hebat sehingga dia menginginkan untuk menjadi pusat perhatian. Penderita dari penyakit psikologis ini akan sangat menginginkan rasa hormat dan pujian dari orang lain dan akan membuat dia meremehkan orang yang ada disekitarnya. Media sosial menjadi tempat untuk menunjukan diri sendiri kepada orang lain bagi penderita penyakit ini. Jika seseorang terkena penyakit psikologis ini, seseorang tersebut bisa tambah parah penyakitnya jika terkena efek tambahan dari media sosial seperti WhatsApp dan lain-lain.

Penderita dari penyakit Megalomania akan menjadi depresi atau stress jika yang diharapkannya atau diinginkannya tidak tercapai. Dengan kata lain, jika seseorang ini menderita penyakit ini namun tidak mendapatkan pujian atau penghormatan seperti yang diinginkannya, orang tersebut akan stress.

5.       Gaming Disorder

Penyakit ini adalah penyakit yang timbul ketika game muncul di masyarakat. Penyakit ini biasa disebut sebagai penyakit gaming disorder atau yang biasa dikenal dimasyarakat sebagai penyakit kecanduan bermain gaming. Seseorang yang kecanduan bermain game akan lebih mementingkan untuk bermain video game dibandingkan aktifitas lain. Hal ini akan berdapak negatif bagi penderita. Hal ini dikarenakan produktifitas akan berkurang jika orang tersebut bermain game terus menerus. Seseorang yang menderita penyakit gaming disorder ini akan mengalami kesehatan fisik yang kurang dan juga waktu interaksi yang kurang pula.

Pernah ada kasus hilangnya uang secara serentak di suatu komplek perumahan. Ternyata kasus kehilangan uang tersebut ada kaitannya dengan game online. Banyak anak-anak yang mencuri uang orang tuanya untuk bermain game online sehingga terjadilah kehilangan uang secara serentak. Dengan kata lain, kecanduan game tidak hanya akan mengganggu kesehatan mental, fisik, dan pergaulan saja, tetapi kecanduan game juga akan membuat seseorang yang kecanduan tersebut berperilaku kriminal.

Bahkan dalam kasus yang lebih parah dari kecanduan game ini adalah kasus kematian karena terlalu sering bermain game. Pernah ada kasus seseorang yang tewas karena terlalu lama bermain game. Hal itu bisa terjadi dikarenakan orang tersebut darahnya membeku dan juga dikarenakan asupan gizi yang kurang dan terlambat makan. Faktor kelelahan juga dapat mengakibatkan hal ini terjadi. Oleh karena itu, seharusnya penderita menyadari bahwa bermain game bisa berakibat fatal bagi kesehatan, sehingga bermain game bisa di dikurangi.
Scroll To Top