Menyebut teknologi internet 5G di Indonesia


Sekarang Indonesia sudah menyambut era Internet 4G, dengan menggunakan internet 4G kecepatan internet di Indonesia sudah mencapai 12,9 Mbps untuk mendownload dan juga kecepatan upload rata-rata sampai dengan 7,3 Mbps, dan yang menjadi internet yang paling cepat di negara Indonesia adalah operator Telkomsel. Hal ini terlihat dari kecepatan melakukan unduhan dan juga kecepatan dalam melakukan upload di jaringan 4G LTE, dengan kecepatan seperti demikian menjadikan internet ini tepat digunakan untuk browsing, menonton film, bahkan digunakan untuk bermain game online. Tetapi ada beberapa hal yang membuat Internet 4G menjadi lemot atau lambat, meskipun kecepatan internet ini bisa dibilang memiliki kecepatan yang luar biasa. Misalnya Internet 4G digunakan untuk mendownload atau mengunduh file yang berukuran sangat besar hal tersebut akan membuat internet 4G menjadi lemot.

Perkembangan jaringan internet sendiri memiliki sejarah yang cukup panjang yang dimulai dari generasi pertama yang merupakan sistem analog yang memiliki kecepatan rendah atau low-speed dan suara sebagai objek utamanya. Lalu kemudian generasi kedua adalah standar komersial yang mempunyai format digital dengan kecepatan rendah dan menengah seperti GSM dan CDMA2000 1xRTT, dan generasi ketiga yang mempunyai format digital dan mampu mentransfer data dengan kecepatan yang tinggi atau high-speed seperti aplikasi multimedia, untuk broadband. Contoh dari peralatannya adalah W-CDMA dan CDMA 2000 1xEV-DO. Dengan kata lain teknologi 1G adalah telepon analog atau PSTN yang menggunakan teknologi seluler sedangkan teknologi 2G dan 3G menggunakan ISDN.

Ada beberapa perusahaan yang menerapkan 4G di Indonesia, diantaranya adalah Sitra WiMAX, Telkomsel 4G LTE, Bolt Super 4G LTE, XL HotRod 4G LTE, Indosat Super 4G-LTE, dan juga smartfren 4G LTE. Menurut OpenSignal kinerga operator seluler pada periode awal 2018, internet yang termasuk kategori internet tercepat, diraih oleh Telkomsel dengan lima indikator, yaitu kecepatan download 4G dan 3G paling baik, kecepatan upload 4G terbaik, dan juga latensi 3G dan 4G terbaik. Lalu kemudian dua indikator dimenangkan oleh Smartfren. Smartfren memiliki kecepatan download terbaik dan mengakomodir ketersediaan 4G yang paling baik. Tapi kecepatan upload 4G dibawah rata-rata yaitu hanya 2,7 Mbps.

Menurut OpenSignal, internet smartfren memiliki kecepatan download yang tertinggi, yaitu 9,8 Mbps sedangkan Telkomsel hanya 8,4 Mbps. Penulis sendiri menggunakan internet 4G dari Smartfren. Memang internet smartfren memiliki kemampuan internet yang cukup cepat. Hal ini dapat dinilai dari kecepatan ketika melakukan streaming video di YouTube menggunakan operator Smartfren. Streaming video di YouTube lumayan cepat, meskipun menggunakan 720p tetap lancar melakukan streaming video di YouTube. Memainkan game yang real time pun juga cepat. Sehingga bagi para penggemar game online akan senang dengan menggunakan internet 4G ini. Untuk internet dengan kecepatan download terendah jatuh kepada Indosat Ooredoo. Hal itu didapat bukan tanpa alasan yang jelas, tetapi hal tersebut di dapat berdasarkan dari data yang diambil dari banyak orang.

Darimana OpenSignal mendapatkan data seperti ini? Ternyata OpenSignal mendapatkan data seperti ini dari para pelanggan di jaringan seluler mereka saat melakukan aktivitas sehari-hari. Kurang lebih dilakukan 3 miliar pengukuran individu setiap harinya dari puluhan juta smartphone di seluruh dunia. Pengujian dilakukan didalam gedung, di luar ruangan, di area perkantora dan bahkan di area perdesaan.

Untuk di zaman dulu, teknologi 5G adalah teknologi yang masih berupa teknologi impian. Hal tersebut dikarenakan internet di zaman dulu masih sangat lambat. Berbeda dengan teknologi di zaman sekarang, teknologi 5G sudah di depan mata, sudah dapat dipastikan bahwa negara-negara di dunia akan menikmati teknologi ini di kemudian hari. Namun belum dapat dipastikan kapan teknologi ini hadir di tengah masyarakat atau akan diluncurkan di negara Indonesia, contohnya seperti di negara Indonesia yang sudah menguji coba teknologi internet 5G ketika pertandingan Asian Games di tahun 2018 yang berada di Gelora Bung Karno. Ternyata pengunjung di sana bisa menikmati teknologi 5G secara gratis. Teknologi 5G di Gelora Bung Karno tersebut diuji coba oleh operator Telkomsel.

Dengan menggunakan teknologi 5G kita bisa menikmati internet yang sangat kencang, bahkan diperkirakan kita bisa menikmati internet dengan kecepatan sampai 100 Mbps dengan kecepatan internet secepat itu akan membantu perusahaan-perusahaan sebagai penunjang bisnisnya. Selain itu ada juga kemungkinan munculnya teknologi baru dengan adanya teknologi super cepat ini, memang teknologi 5G saat ini difokuskan untuk digunakan di perusahaan-perusahaan tetapi bukan menutup kemungkinan bahwa teknologi ini digunakan untuk perorangan contohnya saja sudah muncul teknologi VR (virtual reality). Dengan menggunakan teknologi ini kita bisa melihat objek visual seperti nyata dengan menggunakan kacamata VR, dengan menggunakan internet 5G, kita bisa memainkan game HD dengan menggunakan VR secara Real Time. Kita juga bisa menyaksikan video dengan kualitas full 4K dengan kecepatan yang sangat tinggi dan masih banyak lagi manfaat yang lainnya.

Siapa penemu internet 5G ini? Penemunya adalah Michael Lemke. Michael Lemke adalah seorang ahli fisika yang mempunyai gelar PhD yang telah lama berkutat didalam sektoral telekomunikasi kurang lebih 24 tahun. Dia memperkirakan akan ada sebuah revolusi besar untuk jaringan telphone generasi kelima yang disebut sebagai teknologi internet 5G. Dengan menggunakan teknologi 5G ini, diperkirakan bahwa daerah yang terpecil pun akan selalu mendapatkan sinyal. Karena jaringan selalu mengikuti anda.

Saat ini sudah banyak perusahaan yang menguji coba internet 5G seperti perusahaan AT & T, Britist Telecom, China Mobile, Deutsche Telkom, LG Plus, NTT Domco dan juga Verzon wireless, dan juga perusahaan-perusahaan elektronik terkenal lainnya seperti HTC, LG, OPPO, Sony Mobile, Vivo, Xiaomi, ZTE dan juga Samsung. Mulai menguji teknologi 5G dengan menggunakan modem Qualcomm. Hanya saja perusahaan Apple tidak ikut melakukan ujicoba teknologi 5G ini dikarenakan perusahaan ini terjerat kasus hukum. Perusahaan Huawei juga tidak ikut menguji teknologi 5G karena pada saat ini sedang fokus dengan pembuatan chip milik mereka.

Namun ada beberapa kendala yang dialami oleh Indonesia, yaitu negara Indonesia kekurangan tenaga ahli yang mendukung teknologi 5G di Indonesia. Dengan adanya teknologi 5G maka akan muncul teknologi baru yaitu teknologi internet of thing (IoT). Teknologi ini merupakan teknologi yang membutuhkan internet dengan kecepatan yang sangat tinggi, teknologi 4G tidak bisa mendukung teknologi internet of things, hanya teknologi internet 5G saja yang bisa menggunakan teknologi internet of things ini. Hal ini dikarenakan teknologi ini membutuhkan kecepatan internet yang sangat tinggi agar semua berjalan dengan lancar, sedangkan teknologi internet 5G membutuhkan tenaga ahli untuk pengoperasiannya. Sebenarnya kekurangan tenaga ahli merupakan kendala yang dialami oleh negara Amerika Serikat juga dan bukan hanya negara Indonesia saja.


Scroll To Top