Teknologi modern yang ternyata warisan dari bangsa Romawi


Teknologi yang ada saat ini dipengaruhi oleh peradaban zaman dulu. Contohnya saja teknologi bangsa Romawi yang sudah berusia lebih dari 2000 tahun memiliki konstribusi untuk perkembangan teknologi setelahnya atau teknologi saat ini. Tanpa ada konstribusi dari bangsa Romawi, kemungkinan teknologi saat ini tidak semaju yang sekarang. Contoh-contoh dari teknologi bangsa Romawi diantaranya di bidang hiburan, arsitektur, pengetahuan bahkan desain. Berikut ini adalah teknologi bangsa Romawi yang ternyata berpengaruh untuk zaman sekarang:

1.       Peralatan medis

Bangsa Romawi memiliki peralatan medis yang cukup maju pada saat itu. Mereka berhasil menciptakan berbagai macam teknologi yang lumayan cukup canggih. Bangsa Romawi menggunakan ilmu dan peralatan medis mereka dalam kehidupan mereka sehari-hari. Contoh dari peralatan medis yang ditemukan oleh bangsa Romawi adalah spekulum rektal, spekulum vagina, dan kateter pria. Peralatan kedokteran kuno zaman Romawi itu, zaman sekarang sudah dikembangkan dan dipakai hampir di setiap rumah sakit yang ada di dunia.

Salah satu hal yang paling menakjubkan adalah peralatan medis yang disebut sebagai dilator vagina atau spekulum (dioptra). Peralatan ini memang terlihat menakutkan, tapi alat ini merupakan peralatan yang bisa dibilang peralatan yang berguna di bidang kesehatan. Peralatan ini menggunakan mekanisme skrup. Penulis ginekologi dan kebidanan banyak yang menganjurkan untuk menggunakan alat ini untuk diagnosis dan mengobati gangguan dari vagina dan rahim, tapi alat ini merupakan alat medis yang langka yang masih ada saat ini. Hal ini wajar mengingat bahwa peralatan dokter zaman sekarang sudah dapat dipastikan lebih canggih jika dibandingkan dengan peralatan medis yang dimiliki oleh bangsa Romawi zaman dulu.

2.       Hiburan

Hiburan-hiburan saat ini yang kita saksikan ternyata dipengaruhi juga dengan kebudayaan hiburan bangsa Romawi. Pada zaman Romawi dulu, hiburan diselenggarakan sebagai pesta rakyat, penyelenggaraan hiburan tersebut dilaksanakan oleh pimpinan mereka. Mereka mendapatkan dana untuk melaksanakan pesta rakyat tersebut dari uang kas milik Kaisar Romawi. Pernah mendengar pertandingan gladiator? Pertandingan yang kurang manusiawi ini, telah menginspirasi masyarakat di zaman sekarang untuk menciptakan hiburan yang serupa namun lebih manusiawi, contohnya pertandingan gulat, sumo, karate, boxing dan lain-lain. Bangsa Romawi pada saat itu menyelenggarakan pertandingan gladiator secara rutin.

Untuk menyaksikan pertandingan Gladiator, masyarakat dapat menyaksikannya dengan membeli tiket, tetapi ada beberapa waktu tidak perlu membayar untuk mendapat tempat duduk gratis. Tempat duduk yang bagus tarifnya lebih mahal jika dibandingkan dengan tempat duduk yang jelek. Ditempat duduk yang jelek biasanya sulit untuk melihat ke arena dan tempat itu biasanya ditempati oleh orang yang miskin.

Selain dari permainan Gladiator, bangsa Romawi juga memainkan banyak permainan tradisional yang hampir mirip dengan pemainan tradisional di masa kini. Salah satunya adalah permainan dadu, yang cara bermainnya adalah dengan melemparkannya dan menebak hasil apa yang akan keluar. Kebanyakan bangsa Romawi menggunakan dadu ini untuk permainan perjudian, meskipun demikian ada permainan lain, contohnya permainan astragaloi dan permainan kelereng.

Untuk permainan kelereng, sudah pasti semua orang sudah mengenalnya. Tapi untuk permainan astragaloi itu seperti apa? Permainan astragaloi adalah sebuah permainan yang menggunakan tulang pergelangan kaki domba ataupun kambing. Permainan ini hampir mirip dengan permainan bola bekel. Jika satu tulang sudah dilemparkan, maka pemain harus mengambil sebanyak-banyhaknya tulang lain yang berserakan yang berada di sekitarnya. Si pemain harus menangkap tulang yang dilemparkan sebelum tulang tersebut menyentuh tanah.  Permaian astragaloi ini selain bisa menggunakan tulang juga bisa menggunakan batu-batu yang berukuran kecil.

Permainan-permainan yang dilakukan oleh bangsa Romawi ini, tidak memiliki kaitannya dengan ritual keagaman mereka seperti yang dilakukan oleh bangsa Yunani. Bangsa Yunani beranggapan bahwa jika memainkan permainan fisik, hal tersebut membuat dewa menjadi senang. Hal ini membuat kompetisi atlantik merupakan suatu kegiatan religius yang mempunyai maksud agar dewa senang . Hal ini sangat berbeda dengan yang dilakukan oleh bangsa Romawi. Bangsa Romawi melakukan hal ini untuk melatih fisik mereka agar mereka siap ketika terjadinya perang. Oleh karena itu fisik mereka lebih penting dibandingkan dengan keindahan fisik itu sendiri.


3.       Surat kabar

Ternyata surat kabar sudah ada pada zaman bangsa Romawi dulu. Bangsa Romawi mengembangkan surat kabar pada saat mereka membuat catatan pertemuan yang dikenal dengan nama “Acta Senatus” surat kabar tersebut hanya ada untuk senator. Setelah tahun 27 SM, hal tersebut semakin berkembang dengan hadirnya “Acta Diurna”. Acta diurna adalah surat kabar harian yang memang disajikan untuk masyarakat umum. Penemuan artefak inilah yang mempengaruhi perkembangan koran hingga saat ini.

4.       Kalender Julian


Sebenarnya bangsa Romawi memiliki banyak kalender. Tapi yang berpengaruh adalah kalender buatan Julian. Kalender Julian pada zaman Romawi tersebut merupakan kalender yang paling baik yang dimiliki oleh mereka pada saat itu. Kalender Julian memang sudah tidak digunakan lagi pada zaman sekarang. Tapi kalender masehi yang digunakan sekarang ternyata mengadopsi sistem dari kalender Julian seperti hari, bulan, dan juga tahun. Dan taukah anda bahwa kalender umat muslim yaitu kalender Hijriyah ternyata juga dipengaruhi oleh kalender Julian ini?

5.       Graffiti

Jika anda mengunjungi tempat-tempat di Indonesia, kamu akan melihat seni lukis yang indah di dinding-dinding. Tapi taukah anda bahwa seni lukis di dinding yang indah tersebut ternyata bukan merupakan salah satu seni modern? Karya seni Graffiti ini sebenarnya sudah ada sejak zaman Romawi kuno dulu. Anda bisa melihat karya seni Graffiti ini di dinding-dinding bangunan peninggalan Romawi dulu.Menurut informasi, perkembangan Graffiti oleh bangsa Romawi terjadi karena pelestarian Pompeii akibat letusan dari Gunung Vesuvius.

Masyarakat Romawi mencorat-coret dinding dengan maksud untuk mengungkapkan perasaan mereka ke dinding-dinding bangunan tersebut. Terdapat kata-kata yang dituliskan di dinding tersebut.

6.       Operasi caesar

Karena bangsa Romawi adalah bangsa yang memiliki ilmu medis yang sudah bisa dikatakan lumawan baik pada saat itu, bangsa Romawi juga sudah mengenal operasi caesar. Tapi berbeda dengan operasi caesar saat ini yang bertujuan untuk menyelamatkan nyawa bayi dan ibu, operasi caesar yang dilakukan oleh bangsa Romawi pada saat itu untuk mengeluarkan bayi yang sudah meninggal di dalam rahim ibu, hal ini dilakukan agar sang ibu selamat. Oprasi caesar yang dilakukan oleh bangsa Romawi ini lah yang menyebabkan perkembangan operasi caesar yang lebih maju pada saat sekarang.

7.       Angka Romawi

Angka-angka zaman sekarang yang digunakan untuk matematika dan lain sebagainya adalah hasil dari perkembangan dari angka Romawi. Pada zaman dulu, masyarakat Romawi sudah mengenal sistem penomoran yang hampir mirip dengan angka di zaman sekarang. Mereka menggunakan angka ini dalam situasi yang bisa dibilang formal seperti penomoran disaat perlombaan resmi, penomoran bangunan, dan berbagaihal yang ada kaitannya dengan Kekaisaran Romawi pada saat itu.
Scroll To Top