Teknologi-teknologi canggih untuk memulihkan kram otot



Kesehatan adalah merupakan salah satu hal yang terpenting dalam hidup ini, bahkan melebihi harta benda, jika kita memiliki uang yang melimpah dan banyak, tapi kita mengalami yang namanya penyakit atau sakit, tentunya kita tidak bisa menikmati hasil jerih payah kita. Selain itu terkena penyakit akan membuat kita kesulitan untuk mencari nafkah untuk keluarga. Oleh karena itu, kita harus menjaga kesehatan kita supaya kita jangan sampai terkena penyakit yang parah di kemudian hari. Mencegah juga lebih baik dari pada mengobati, karena untuk mengobati penyakit yang sudah parah, membutuhkan modal yang banyak dan akan lebih sulit untuk diobati. Bahkan dalam suatu kasus, penyakit yang sudah parah tersebut tidak bisa diobati. Sedangkan jika kita mencegah penyakit tersebut, biaya akan lebih murah dan lebih mudah untuk mencegah penyakit dari pada mengobati.

Salah satu penyakit yang biasa dialami oleh masyarakat adalah penyakit kram otot. Penyakit ini bisa dikategorikan sebagai penyakit yang tidak berbahaya. Tapi meskipun demikian, penyakit ini merupakan suatu penyakit yang sangat menyiksa jika tidak segera diobati. Jika penyakit ini tidak diobati dengan segera, penyakit ini bisa juga mengganggu pekerjaan sehari-hari kita. Oleh karenanya wajar jika kita mempelajari cara untuk memulihkan kram otot yang akan kita alami nanti, kalau bisa kita mencegah penyakit kram otot tersebut.

Selain dialami oleh masyarakat umum, penyakit kram otot juga lebih banyak dialami oleh seorang atlet olahraga. Selain dari olahraga sepak bola, di negara Indonesia permainan bulu tangkis juga menjadi olahraga yang populer dan digemari oleh masyarakat Indonesia. Sehingga jika perlombaan bulu tangkis tersebut ditayangkan di tv, akan ada banyak yang menyaksikan pertandingan tersebut. Yang berkesan di masyarakat dari pertandingan bulu tangkis salah satunya adalah penyakit kram otot yang dialami oleh pemain olahraga bulu tangkis asal Indonesia yang bernama Anthony Sinisuka Ginting. Kram otot yang dialami oleh dia ini sangat merugikan. Hal ini karena keram otot yang dialami oleh dia mengakibatkan dia gagal menyelesaikan pertandingan dalam akhir gim ketiga partai kesatu final beregu putra Asian Games 2018 yang lalu. Gara-gara kram yang dialaminya, Anthony terpaksa untuk mengambil retired, dan kalah dari Shi Yuqi yang menjadi wakil pertama negara China.

Hebatnya lagi, meskipun atlet bulu tangkis ini mengalami kram kronis yang parah dan sulit mengerakan kakinya, bahkan sampai menderita kekalahan dengan lawannya. Penonton di Istora tetap memberikan tepuk tangan yang meriah sebagai hadiah untuk Anthony Sinisuka Ginting. Selain memberikan tepuk tangan, penonton juga memberikan sorakan kepada Anthony yang berbunyi “Ginting hebat! Ginting hebat”.

Tapi hal ini berbanding terbalik dengan komentar yang berada di instagram milik Anthony tersebut. Banyak dari mereka yang melakukan cacian, makian, dan cercaan di kolom komentar instagram milik Anthony tersebut. Hal ini sangat disayangkan mengingat bahwa kram otot yang dialami oleh Anthony tersebut tidak diinginkan olehnya. Anthony juga sudah memaksakan diri untuk memenangkan pertandingan meskipun kakinya mengalami kram otot yang cukup parah tersebut. Tapi apa daya, meskipun Anthony berusaha keras untuk memenangkan pertandingan itu, tapi kram otot yang dialaminya semakin parah sehingga dia tidak bisa melanjutkan pertandingan.

Hal yang dialami oleh Anthony tersebut adalah kram otot kronis, dan bukan cedera otot. Hal ini disampaikan oleh Sekjen PP PBSI. Hal ini menyebabkan Anthony harus ditandu keluar meninggalkan lapangan pertandingan. Meskipun bukan cedera otot, tetapi kram ini bisa dikatakan kram yang parah, karena ini bukan kram bisa, tapi kram kronis, kram kronis yang dialami oleh Anthony memiliki tarikan yang kuat sekali, yaitu dari ujung kaki hingga ke paha. Dan yang paling kuat tarikan kramnya adalah di betis. Hal ini disampaikan oleh Budi dalam konferensi pers nya.

Sebenarnya pemain asal Indonesia ini sudah merasakan bahwa dia mengalami kram pada pertengahan gim (ketiga). Tapi dia memaksakan diri untuk tetap menyelesaikan pertandingannya karena merasa bahwa ini sudah merupakan tanggung jawab dia. Sehingga dia bermain mati-matian supaya dia bisa menjadi juara. Hal ini mengakibatkan kakinya tidak bisa digerakan lagi. Tapi yang bagus adalah tidak ada kaki otot yang mengalami cedera.

Kram yang dialami oleh Anthony bisa cepat dipulihkan karena ada alat canggih atau teknologi canggih yang bisa mengatasi kram otot dengan cepat. Ada banyak alat kesehatan untuk mengatasi kram otot dengan cepat contohnya saja alat terapi fisik yang bernama Targeted Radiofrequency Therapy (TRT). Dengan menggunakan alat ini, alat ini akan mengeluarkan gelombang radiofrekuensi yang memiliki dua efek biologis.
Efek Thermal-nya bisa digunakan untuk mengatasi otot yang tegang, regenerasi, dan bisa mengatasi kerobekan. Sedangkan efek non-Thermal dari alat ini bisa digunakan untuk kasus yang akut seperti pembengkakan, dan juga untuk mengurangi sisa-sisa metabolisme yang mengakibatkan penumpukan di dalam otot. Alat TRT ini seharusnya bisa digunakan untuk mengobati penyakit yang dialami oleh atlet saat ini. Baik atlet yang mengalami masalah pada otot atau juga masalah tendon.

Terapi dari TRT ini jika tepat sasar pada serabut otot hipertonus akan menyebabkan relaksasi otot yang terbilang cukup cepat. Efek miorelaksasi yang terjadi terutama yang disebabkan oleh vasodilatasi, pada saat dialakukan terapi akan membuat suplai nutrisi yang menuju ke jaringan akan meningkat.

Peralatan TRT merupakan salah satu alat yang diperkenalkan di perhelatan Asian Games tahun 2018 yang diselenggarakan di Glora Bung Karno. Alat ini merupakan salah satu alat yang diperkenalkan oleh PT Bold Technologies Leading (BTL) Indonesia.

Sebenarnya ada banyak peralatan yang bisa mengatasi kram otot selain dari alat TRT. Misalnya saja peralatan Super Inductive System (SIS). Peralatan ini akan mengeluarkan gelombang elektromagnetik intensitas tinggi jika digunakan. SIS memiliki beberapa kegunaan atau fungsi yaitu untuk analgesik untuk gangguan kronik bahkan akut. Selain itu alat ini juga bisa untuk mobilisasi sendi, penurunan bengkak, dan juga untuk memberikan relaksasi pada otot yang sedang mengalami ketegangan (spasme).

Lalu berikutnya ada alat yang bernama High Intensity Laser (HIL). Alat ini sering digunakan untuk mengobati kasus peradangan akut dengan pergelangan kaki yang terkilir ataupun yang keseleo. Adapun tujuan yang dimaksudkan dari alat ini adalah sebagai analgesik, anti-peradangan, dan juga merupakan anti –bengkak. Alat ini juga dapat berfungsi sebagai biostimulus yang dapat mempercepat penyembuhan pasien.

Alat untuk mengatasi kram berikutnya adalah Shockwave Therapy (SWT). Alat ini memberikan efek yang bisa dibilang sangat cepat untuk penurunan rasa nyeri juga memberikan relaksasi pada otot.

Alat terapi yang dimiliki oleh PT Bold Technologies Leading (BLT) tersebut sudah disediakan di Wisma Atlet Kemayoran yang dapat digunakan oleh atlet dari berbagai macam negara yang membutuhkan alat tersebut.
Scroll To Top